Karhutla Inhu: 100 dari 150 Hektare Berhasil Dipadamkan, Kapolda Riau dan Pangdam XIX Turun Cek Lokasi

Rabu, 16 September 2026 | 17:57:02 WIB
Kapolda Riau dan Pangdam XIX meninjau lokasi karhutla di Desa Pulau Jumat, Indragiri Hulu.

KANALEKONOMI.ID — Lahan seluas 150 hektare di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, terbakar sejak 7 September 2026. Sekitar 100 hektare di antaranya sudah dipadamkan, sementara 157 personel gabungan masih berjaga di lokasi yang didominasi semak belukar dan lahan gambut.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Pulau Jumat pada Rabu (16/9/2026). Rombongan juga melaksanakan Salat Istisqo untuk meminta hujan, didampingi Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, dan jajaran Forkopimda Indragiri Hulu.

Indragiri Hulu Jadi Fokus Utama Penanganan

Dashboard Lancang Kuning mencatat 48 hotspot di Provinsi Riau hingga 15 September 2026 pukul 21.00 WIB. Sebanyak 37 titik berada di Kabupaten Indragiri Hulu, termasuk tiga titik berkategori kepercayaan tinggi.

Polda Riau mencatat sembilan lokasi kebakaran yang menjadi perhatian di kabupaten tersebut. Selain Desa Pulau Jumat, penanganan berlangsung di Desa Sipang, Pauh Ranap, Paya Rumbai, dan Talang Lakat yang sebagian telah memasuki tahap pendinginan.

157 Personel dan Tiga Alat Berat Dikerahkan

Personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, perusahaan, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api dikerahkan ke lokasi. Upaya pemadaman memakai cairan formula X-Fire, pendirian posko, serta pengerahan tiga alat berat untuk membuat sekat bakar dan membuka akses jalan.

Embung juga dibangun sebagai sumber air pendukung pemadaman. Kondisi lapangan berupa semak belukar dan lahan gambut, ditambah angin kencang serta akses yang sulit dijangkau, menjadi tantangan tersendiri bagi personel.

Peringatan soal Bara di Bawah Permukaan Gambut

Herry menegaskan penanganan tidak boleh berhenti ketika api di permukaan terlihat padam. Karakteristik lahan gambut memungkinkan bara tetap tersimpan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran.

"Khusus terhadap lokasi yang telah memasuki tahap pendinginan, saya sudah menekankan kepada jajaran agar tidak lengah dan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan harus dipastikan benar-benar tuntas, kemudian dilanjutkan dengan patroli dan pemantauan secara berkala," tegas Herry di lokasi.

Ia juga memerintahkan jajaran segera mengecek lapangan terhadap hotspot kategori tinggi dan sedang. Pengecekan itu untuk memastikan apakah titik tersebut merupakan api aktif, bara, atau anomali panas lainnya.

Sinergi TNI-Polri dan Prioritas Keselamatan Personel

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo menekankan penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan bertindak dan kekuatan sinergi seluruh unsur. Koordinasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak terkait harus terus diperkuat agar kebakaran tidak meluas.

"Kita harus bergerak cepat dan bekerja bersama. Jangan berikan ruang bagi api untuk meluas. Seluruh unsur harus tetap solid, fokus pada pemadaman dan pendinginan, serta memastikan titik yang sudah ditangani tidak kembali terbakar," kata Agus.

Ia meminta seluruh prajurit dan personel gabungan memperhatikan faktor keselamatan di tengah medan yang sulit dan situasi kebakaran yang dinamis. Keselamatan personel tetap harus diutamakan tanpa mengurangi kesungguhan menjalankan tugas hingga tuntas.

"Utamakan keselamatan personel, tetapi tugas harus tetap dilaksanakan secara maksimal. Kita hadir di sini untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan memastikan penanganan Karhutla dilakukan sampai benar-benar tuntas," tegasnya.

Tags

Terkini