JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) melakukan perubahan besar pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. Langkah ini diambil melalui Surat Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 126 Tahun 2026 dan Nomor SK.054/DI-DAM/DO/2026.
Restrukturisasi Jajaran Komisaris
Dalam perombakan komisaris, Yudo Margono diberhentikan dengan hormat dari posisi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. Pemegang saham menunjuk Denny Abdi sebagai Komisaris Utama baru dan Mukri sebagai Komisaris.
Selain itu, Essy Asiah dan Andus Winarno menempati posisi komisaris biasa. Tiga komisaris independen baru terdiri dari R. Wahyu Muryadi, Siti Jamaliah Lubis, dan Mudanto Hatta.
Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan. Manajemen menegaskan bahwa restrukturisasi ini bersifat administratif tanpa mengganggu operasional perusahaan.
Perombakan Direksi untuk Peningkatan Kinerja
Di jajaran direksi, pemegang saham memberhentikan dengan hormat Moeharmein Zein Chaniago dari posisi Wakil Direktur Utama. Dua direksi lain, Agung Fajarwanto dan Sugiarti, diberhentikan dari posisi Direktur Operasi I dan Direktur Manajemen Risiko.
Posisi yang kosong langsung diisi nama-nama baru. Sugeng Rochadi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama, Mardiansyah sebagai Direktur Operasi II, Fatma Dewi Setyowati sebagai Direktur Manajemen Risiko, dan Iwan Hermawan sebagai Direktur Operasi III.
Selain itu, Gunadi dialihkan dari Direktur Operasi II menjadi Direktur Operasi I. Manajemen menyatakan langkah ini untuk menyesuaikan struktur manajemen dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Perubahan jajaran direksi diharapkan memberikan koordinasi lebih baik dalam proyek-proyek strategis. Perusahaan juga menegaskan bahwa langkah ini tidak memengaruhi kelangsungan usaha maupun kondisi keuangan.
Tabel Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Terbaru
| Dewan Komisaris | Jabatan |
|---|---|
| Denny Abdi | Komisaris Utama |
| Mukri | Komisaris |
| Essy Asiah | Komisaris |
| Andus Winarno | Komisaris |
| R. Wahyu Muryadi | Komisaris Independen |
| Siti Jamaliah Lubis | Komisaris Independen |
| Mudanto Hatta | Komisaris Independen |
| Dewan Direksi | Jabatan |
|---|---|
| Koentjoro | Direktur Utama |
| Sugeng Rochadi | Wakil Direktur Utama |
| Eka Setya Adrianto | Direktur Keuangan |
| Fatma Dewi Setyowati | Direktur Manajemen Risiko |
| Muhammad Fauzan | Direktur Human Capital & Legal |
| Gunadi | Direktur Operasi I |
| Mardiansyah | Direktur Operasi II |
| Iwan Hermawan | Direktur Operasi III |
Tabel ini menampilkan susunan resmi dewan komisaris dan direksi setelah keputusan pemegang saham. Struktur baru ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan kinerja operasional perusahaan.
Tujuan dan Dampak Restrukturisasi
Manajemen Hutama Karya menegaskan perubahan pengurus tidak berdampak langsung terhadap kegiatan operasional. Semua proyek konstruksi strategis tetap berjalan sesuai jadwal dan rencana perusahaan.
Restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan di level manajemen. Posisi strategis yang diisi oleh nama-nama baru diharapkan dapat menghadirkan perspektif segar dan inovatif.
Selain itu, pengalihan tugas Gunadi dari Direktur Operasi II ke Direktur Operasi I menunjukkan adaptasi perusahaan terhadap kebutuhan manajemen proyek. Langkah ini diharapkan memperkuat koordinasi di lini operasional dan mendukung pengelolaan proyek besar.
Pemegang saham juga menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan sesuai ketentuan hukum dan peraturan perseroan. Semua proses restrukturisasi mengikuti mekanisme yang berlaku agar tidak menimbulkan risiko hukum maupun bisnis.
Dengan jajaran komisaris dan direksi baru, Hutama Karya menegaskan komitmen menjaga tata kelola yang transparan dan akuntabel. Perusahaan tetap fokus pada pengembangan proyek infrastruktur nasional dan proyek strategis pemerintah.
Perubahan ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk menyiapkan manajemen yang lebih adaptif dan efisien. Struktur baru diharapkan mampu memberikan dorongan bagi pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, perusahaan berharap susunan baru dapat meningkatkan sinergi antar divisi dalam pengelolaan proyek besar. Efisiensi pengelolaan dan koordinasi tim diharapkan memberikan dampak positif pada pencapaian target perusahaan.
Manajemen Hutama Karya menegaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan industri konstruksi ke depan. Dengan struktur baru, perusahaan lebih siap menghadapi persaingan dan tuntutan proyek berskala nasional.
Secara keseluruhan, perombakan ini menandai era baru bagi manajemen Hutama Karya. Dengan jajaran komisaris dan direksi yang diperbarui, perusahaan diharapkan lebih inovatif, adaptif, dan efisien dalam menjalankan misi pembangunan infrastruktur nasional.