JAKARTA - Pemanfaatan simpul transportasi sebagai etalase produk lokal kini menjadi strategi baru dalam memperluas akses pasar UMKM Indonesia. Dukungan penuh datang dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang melihat potensi besar pergerakan penumpang sebagai kekuatan ekonomi nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari sinergi lintas kementerian untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pemerintah ingin memastikan ruang-ruang publik dengan mobilitas tinggi dapat menjadi panggung promosi produk dalam negeri.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Perdagangan di simpul transportasi sehingga dapat menunjang perekonomian nasional melalui perluasan akses pasar. Dukungan tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen memperluas distribusi dan visibilitas produk lokal.
Dudy mengatakan pihaknya mendukung penuh program Kementerian Perdagangan yang memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di simpul-simpul transportasi. Ia menilai inisiatif ini sebagai terobosan konkret dalam mempertemukan produsen lokal dengan konsumen dari berbagai daerah.
"Pada prinsipnya, saya sangat mendukung langkah Kementerian Perdagangan yang telah membuka akses bagi pelaku UMKM, sehingga dapat memasarkan produknya ke jaringan bisnis kereta api,” kata Menhub dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Pernyataan itu menegaskan dukungan penuh terhadap kolaborasi antarkementerian tersebut.
Kolaborasi di Stasiun Gambir Jadi Awal Perluasan Akses Pasar
Dukungan tersebut disampaikan saat Menteri Perhubungan meninjau langsung penjualan produk lokal UMKM. Kegiatan itu dilakukan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Stasiun Gambir, Jakarta.
Peninjauan tersebut menjadi simbol nyata sinergi pemerintah dalam mendorong produk lokal tampil di ruang strategis. Kehadiran dua menteri di lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pasar UMKM.
“Alhamdulillah, saya baru saja meninjau penjualan produk UMKM di gerbong restorasi dan di pelataran Stasiun Gambir bersama Menteri Perdagangan (Budi Santoso)," ujarnya. Ia mengapresiasi antusiasme pelaku usaha yang telah memanfaatkan kesempatan tersebut.
Menhub melihat secara langsung bagaimana produk-produk UMKM dipasarkan kepada para penumpang. Kehadiran produk lokal di gerbong restorasi dan area stasiun dinilai sebagai langkah awal yang menjanjikan.
Ia juga berharap jangkauan program itu dapat semakin diperluas keberadaannya. Menurutnya, peluang pasar tidak hanya terbatas pada satu moda transportasi saja.
"Tidak hanya dipasarkan di sarana dan prasarana perkeretaapian, namun juga di titik-titik lain seperti di terminal, bus, pelabuhan, kapal, hingga bandara,” tambah Dudy. Perluasan ini diharapkan mampu menghadirkan produk UMKM di seluruh jaringan transportasi publik.
Potensi Besar Penumpang Kereta Jadi Peluang UMKM
Menurut Menhub, pemasaran produk-produk UMKM di sarana perkeretaapian sangat potensial. Hal ini karena jumlah penumpang moda transportasi tersebut setiap tahun sangat besar.
Mobilitas jutaan orang dinilai sebagai pasar yang siap digarap secara optimal. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk lokal dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat.
“Semoga makin banyak pelaku UMKM binaan Kemendag yang memasarkan produk-produknya di berbagai simpul transportasi publik di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya. Ia berharap program ini mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Dengan semakin luasnya distribusi, UMKM diharapkan mampu bertumbuh secara berkelanjutan. Pertumbuhan tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian nasional.
Dengan begitu, tambah Menhub, UMKM dapat bertumbuh, perekonomian nasional pun akan semakin meningkat. Dukungan terhadap UMKM dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi stabilitas ekonomi.
Sinergi Kemendag dan BUMN Perkeretaapian Perkuat Daya Saing
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso menuturkan bahwa sinergi dengan BUMN kereta api merupakan salah satu upaya strategis. Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus popularitas produk UMKM di pasar domestik.
Ia menjelaskan bahwa produk UMKM binaan Kementerian Perdagangan akan dipasarkan di 15 jalur kereta intercity. Jalur tersebut memiliki potensi pasar yang sangat besar dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 51 juta orang per tahun.
Angka tersebut menunjukkan peluang luar biasa bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan konsumennya. Kehadiran produk di jalur intercity membuka akses promosi lintas kota dan lintas provinsi.
“Jadi ini adalah salah satu upaya kita agar produk-produk UMKM kita ini semakin banyak diminati oleh masyarakat. Kemarin dari 50 perusahaan yang kita kurasi, enam terpilih oleh Kereta Api, empat produknya disajikan dalam kereta, yang dua produk di Loko Cafe,” kata Mendag.
Proses kurasi tersebut menunjukkan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama. Produk yang lolos seleksi diharapkan mampu bersaing dan memenuhi standar pelayanan penumpang.
Empat produk yang disajikan di dalam kereta memberi pengalaman langsung kepada konsumen. Sementara dua produk yang tersedia di Loko Cafe memperluas titik interaksi antara UMKM dan pelanggan.
Langkah ini dinilai sebagai model kemitraan yang dapat direplikasi di moda transportasi lainnya. Terminal, pelabuhan, kapal, hingga bandara berpotensi menjadi ruang promosi baru bagi produk lokal.
Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat menciptakan ekosistem pemasaran yang berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur transportasi, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas.
Pemanfaatan simpul transportasi sebagai kanal distribusi juga memperpendek jarak antara produsen dan konsumen. Strategi ini dinilai efektif dalam meningkatkan eksposur sekaligus penjualan produk.
Ke depan, perluasan program akan menjadi fokus agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan menjadi fondasi penting dalam penguatan UMKM. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi rakyat membutuhkan dukungan lintas sektor.
Dengan pasar penumpang yang mencapai puluhan juta orang setiap tahun, simpul transportasi menjadi ruang strategis yang tak boleh diabaikan. Pemerintah optimistis langkah ini mampu memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar.
Pada akhirnya, perluasan akses pasar menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang. Dukungan infrastruktur transportasi diharapkan menjadi jembatan bagi produk lokal menuju pasar yang lebih luas.