Pemulihan SPBU dan Pasokan BBM di Sumatera Capai 97 Persen Pasca Bencana Besar

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:33:59 WIB
Pemulihan SPBU dan Pasokan BBM di Sumatera Capai 97 Persen Pasca Bencana Besar

JAKARTA - Pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji di Sumatera pasca bencana menunjukkan progres signifikan. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) telah kembali beroperasi.

Hingga 4 Maret 2026, Satgas PRR mencatat 97 persen SPBU dan 100 persen SPBE terdampak bencana sudah aktif. Hal ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi bagi masyarakat penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemulihan SPBU dan SPBE di Aceh

Di Provinsi Aceh, dari 156 SPBU terdampak, 151 sudah beroperasi kembali. Lima SPBU lainnya belum berfungsi karena akses jalan menuju lokasi masih terganggu akibat kerusakan infrastruktur.

Selain itu, terdapat delapan SPBU alternatif yang tersebar mayoritas di Aceh Tengah. Sedangkan dari 11 SPBE terdampak, semuanya sudah beroperasi normal, sementara 131 agen LPG juga telah berfungsi kembali.

Meski demikian, Satgas PRR masih menghadapi tantangan distribusi BBM di beberapa wilayah. Jalur dari Lhokseumawe menuju Aceh Utara, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Kuta Belang, dan Meureudu belum sepenuhnya normal, sehingga pasokan belum stabil sepenuhnya.

Situasi Pemulihan SPBU dan SPBE di Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, seluruh 406 SPBU terdampak sudah berfungsi 100 persen. Selain itu, 46 SPBE terdampak dan 383 agen LPG juga telah kembali beroperasi normal, memastikan distribusi energi bagi masyarakat terdampak.

Namun, beberapa akses jalan masih terputus seperti di wilayah Humbang Hasundutan. Kondisi ini menyebabkan pasokan BBM dan LPG belum sepenuhnya stabil di seluruh wilayah provinsi.

Kondisi Pemulihan di Sumatera Barat

Di Sumatera Barat, dari 147 SPBU terdampak, seluruhnya telah kembali beroperasi normal. Begitu pula 14 SPBE dan 172 agen LPG terdampak, semuanya sudah berfungsi 100 persen.

Meski fasilitas pengisian kembali beroperasi, pasokan BBM dan LPG yang melewati jalur Lembah Anai dan Malalak masih belum bisa dilewati. Oleh karena itu, distribusi dialihkan melalui rute alternatif Sitinjau Lauik untuk memastikan suplai tetap berjalan.

Prioritas Pemulihan Kebutuhan Dasar bagi Penyintas Bencana

Ketua Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya pasokan energi sebagai kebutuhan mendasar bagi pemulihan masyarakat. Menurutnya, indikator pemulihan hidup penyintas bencana meliputi listrik, bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet.

“Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, seperti listrik, kemudian bahan bakar, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet,” ujar Tito.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Acara digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Satgas PRR menekankan bahwa selain pemulihan SPBU dan SPBE, pemulihan akses jalan menjadi kunci agar distribusi BBM dan LPG dapat berjalan lancar. Upaya perbaikan jalur transportasi dilakukan secepat mungkin agar suplai energi tidak terhambat di masa mendatang.

Kondisi pemulihan SPBU dan SPBE yang mendekati normal di seluruh wilayah terdampak menjadi sinyal positif bagi kehidupan masyarakat pasca bencana. Masyarakat penyintas kini dapat mengakses BBM dan LPG untuk kebutuhan harian, mendukung kegiatan ekonomi, dan mempermudah mobilitas di daerah.

Selain itu, keberhasilan pemulihan ini menunjukkan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat, daerah, dan Satgas PRR. Sinergi ini menjadi model penting untuk penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur di wilayah lain yang terdampak.

Meski sebagian akses jalan masih dalam perbaikan, ketersediaan SPBU, SPBE, dan agen LPG yang hampir sepenuhnya pulih menunjukkan kemajuan signifikan. Hal ini memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas dan memulai pemulihan ekonomi lokal.

Ke depan, Satgas PRR akan terus memantau distribusi BBM dan LPG. Upaya ini diharapkan mampu memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi, terutama di wilayah yang akses jalannya masih terbatas akibat kerusakan pasca bencana.

Pemulihan penuh fasilitas pengisian bahan bakar menjadi salah satu indikator utama keberhasilan rehabilitasi pascabencana. Dengan SPBU dan SPBE kembali beroperasi, masyarakat dapat memanfaatkan energi untuk memasak, transportasi, dan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Terkini