Indonesia Eximbank Catat Penyaluran PKE Meningkat Signifikan Selama Tahun 2025

Senin, 09 Maret 2026 | 12:37:03 WIB
Indonesia Eximbank Catat Penyaluran PKE Meningkat Signifikan Selama Tahun 2025

JAKARTA - Indonesia Eximbank berhasil menyalurkan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) senilai Rp 13,5 triliun sepanjang 2025. Angka ini meningkat 85 persen dibandingkan realisasi 2024 yang hanya Rp 7,3 triliun.

Kontribusi PKE Terhadap Ekonomi dan Devisa Negara

Kepala Divisi Penugasan Khusus dan Strategi LPEI Berlianto Wibowo menilai pencapaian ini menunjukkan efektivitas program PKE. Ia menyebut bahwa setiap Rp 1 pembiayaan yang disalurkan berpotensi memberikan kontribusi 2,79 kali terhadap penciptaan atau penghematan devisa negara.

Dengan demikian, total kontribusi PKE pada 2025 tercatat sebesar 2,182 juta dolar AS. Hal ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik yang mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai 282,91 miliar dolar AS, naik 6,15 persen secara tahunan.

Optimalisasi Dukungan pada Sektor Prioritas

Pertumbuhan penyaluran PKE didorong oleh fokus pada sektor prioritas seperti farmasi, alat kesehatan, dan transportasi. Program PKE Farmasi mendukung ekspor produk industri farmasi, termasuk vaksin, obat-obatan, dan alat medis seperti jarum suntik.

Sementara PKE Alat Transportasi mendorong produksi dan ekspor gerbong barang tipe container flat top (CFT) wagon ke negara seperti Selandia Baru. Strategi ini memastikan produk lokal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Ragam Program PKE untuk Memperluas Basis Eksportir

Selain sektor prioritas, Indonesia Eximbank menyediakan berbagai program PKE lain seperti Trade Finance, Kawasan, UKM, serta Penjaminan dan Asuransi. Program ini selaras dengan agenda pemerintah untuk memperluas basis eksportir nasional.

Melalui program PKE, produk unggulan Indonesia seperti rempah-rempah, furnitur, dan minyak nabati berhasil menembus pasar non-tradisional. Kawasan ekspor baru meliputi Afrika, Amerika Selatan, hingga Asia Selatan, membuka peluang diversifikasi pasar yang lebih luas.

PKE Penjaminan dan Asuransi Perkuat Mitigasi Risiko

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan bersama Indonesia Eximbank menyelenggarakan sosialisasi PKE Penjaminan dan Asuransi pada 12 Februari 2026 di Jakarta. Program ini bertujuan memperkuat pemahaman penugasan baru melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 329 Tahun 2025.

Ketua Tim Dukungan Program Pemerintah DJPPR Hilman Qomarsono menyatakan bahwa mekanisme ini merupakan bentuk risk sharing antara pemerintah, Indonesia Eximbank, dan sektor keuangan. Fasilitas ini penting untuk menghadapi risiko perdagangan internasional yang semakin kompleks, mulai dari risiko negara tujuan hingga gagal bayar pembeli.

Fasilitas Utama PKE Mendukung Eksportir dan Industri Strategis

Kepala Divisi Penjaminan dan Trade Finance LPEI Sylvia Sandyazmara Devi menjelaskan bahwa PKE difokuskan mendukung industri strategis, hilirisasi, dan program prioritas pemerintah. Terdapat tiga fasilitas utama, yaitu penjaminan kredit, penjaminan proyek, dan trade credit insurance.

Fasilitas trade credit insurance memberikan perlindungan bagi eksportir terhadap risiko gagal bayar yang disebabkan faktor komersial maupun politik. Penjaminan kredit bagi perbankan juga disediakan, dengan status sovereign yang memberikan manfaat seperti perhitungan ATMR 0-20 persen dan peluang pembebasan BMPK.

Dukungan ini memungkinkan eksportir dan perbankan memperluas ruang pembiayaan. Dengan rekam jejak usaha sehat, kepemilikan mayoritas lokal, serta tata kelola baik, penerima PKE diharapkan mampu meningkatkan keamanan transaksi dan pertumbuhan ekspor berkelanjutan.

Dampak Positif PKE bagi Ekosistem Ekspor Nasional

Program PKE tidak hanya mendukung pelaku ekspor individual, tetapi juga memperkuat ekosistem ekspor secara keseluruhan. Indonesia Eximbank berperan penting dalam mendorong ekspor berkelanjutan melalui dukungan finansial, mitigasi risiko, dan pembinaan sektor prioritas.

Keberhasilan PKE pada 2025 menjadi bukti bahwa fasilitas pembiayaan strategis dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Sinergi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan ekspor nasional.

Langkah Strategis Memperkuat Posisi Produk Lokal di Pasar Internasional

Dengan dukungan PKE, berbagai produk lokal Indonesia mampu bersaing di luar negeri. Strategi ini tidak hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi juga membantu diversifikasi pasar dan membuka peluang bagi eksportir baru.

Indonesia Eximbank berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah memastikan produk unggulan Indonesia tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional, memperkuat posisi negara dalam perdagangan global.

Terkini