WIFI

Surge WIFI Resmi Luncurkan Internet Rakyat 5G, Target Jangkau 5 Juta Pelanggan di Indonesia

Surge WIFI Resmi Luncurkan Internet Rakyat 5G, Target Jangkau 5 Juta Pelanggan di Indonesia
Surge WIFI Resmi Luncurkan Internet Rakyat 5G, Target Jangkau 5 Juta Pelanggan di Indonesia

JAKARTA - PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama resmi meluncurkan layanan Internet Rakyat (IRA) berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz. Peluncuran ini menandai fase komersial penuh pertama di dunia untuk teknologi 5G FWA 1,4 GHz.

Tahap Aktivasi dan Target Jaringan

Direktur WIFI sekaligus Direktur Utama Telemedia Komunikasi Pratama, Shannedy Ong, menegaskan bahwa aktivasi komersial IRA merupakan bukti eksekusi nyata dari perencanaan sebelumnya. “IRA Internet Rakyat bukan lagi konsep, kami menargetkan 5.500 site aktif pada 2026 dengan arah jelas menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan,” ujarnya Kamis, 19 Februari 2026.

Region-1 yang menjadi fokus awal mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Targetnya adalah memastikan penetrasi jaringan merata dan akses internet cepat dapat dinikmati masyarakat di wilayah urban maupun semi-urban.

Dengan skema tersebut, WIFI memposisikan IRA sebagai layanan fixed broadband 5G yang terjangkau. Pendekatan ini sekaligus membuka peluang penetrasi internet bagi rumah tangga kelas menengah ke bawah.

Paket Produk dan Skema Layanan

IRA menawarkan paket fixed broadband seharga Rp100.000 per bulan dengan kecepatan unduh hingga 100 Mbps. Layanan ini menggunakan skema unlimited tanpa batas kuota, serta gratis biaya instalasi dan sewa modem.

Pendaftaran pelanggan dapat dilakukan melalui aplikasi IRA di Google Play Store, situs resmi perusahaan, maupun melalui tenaga penjualan di area layanan. Strategi ini diharapkan mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan tanpa hambatan administrasi.

Selain itu, penggunaan backbone fiber nasional milik Surge memastikan kapasitas backhaul yang stabil. Infrastruktur ini memungkinkan jaringan dapat mendukung volume pengguna dalam jumlah besar secara simultan.

Keunggulan Teknologi Spektrum 1,4 GHz

Salah satu diferensiasi teknis utama IRA adalah pemanfaatan spektrum 1,4 GHz. Frekuensi ini memiliki keunggulan penetrasi indoor, sehingga sinyal lebih kuat dan stabil di dalam bangunan.

Karakteristik tersebut sangat relevan untuk wilayah padat penduduk. Dengan penetrasi yang baik, pengalaman pengguna di rumah tangga urban dan semi-urban dapat terjamin kualitasnya.

Shannedy menekankan bahwa spektrum 1,4 GHz menjadi faktor kunci dalam memastikan layanan dapat diandalkan. “Keunggulan spektrum 1,4 GHz memberikan kekuatan pada penetrasi indoor, memastikan konektivitas stabil dan andal bagi rumah tangga di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua,” jelasnya.

Pemanfaatan spektrum ini juga memungkinkan ekspansi layanan 5G FWA dengan biaya yang efisien. WIFI dapat mengoptimalkan jangkauan dan kualitas layanan tanpa memerlukan infrastruktur tambahan yang mahal.

Strategi Jangka Panjang dan Dampak Sosial

WIFI menargetkan lebih dari 5 juta pelanggan pada 2026, menempatkan IRA sebagai platform nasional untuk mempercepat penetrasi internet. Strategi ini selaras dengan program pemerintah untuk pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

Dengan harga terjangkau dan layanan berkualitas, IRA diharapkan mendorong inklusi digital bagi rumah tangga kelas menengah ke bawah. Program ini juga memberi peluang untuk mendukung pembelajaran daring, e-commerce, dan aktivitas ekonomi digital lainnya.

Implementasi 5.500 site jaringan di Region-1 menjadi fondasi ekspansi layanan di masa depan. WIFI merencanakan pengembangan lebih luas agar akses internet cepat dan stabil dapat dinikmati masyarakat di wilayah lain.

Selain itu, integrasi jaringan IRA dengan backbone fiber nasional memastikan kapasitas dan kestabilan jaringan tetap optimal. Hal ini menjadikan IRA sebagai layanan fixed broadband yang siap menangani pertumbuhan pengguna secara masif.

Dengan penetrasi spektrum yang baik, biaya instalasi gratis, serta paket terjangkau, IRA menempatkan diri sebagai pilihan utama masyarakat yang ingin akses internet cepat. Layanan ini memberikan solusi praktis bagi rumah tangga yang selama ini terkendala harga dan kualitas jaringan.

Shannedy Ong menambahkan bahwa fokus utama adalah menghadirkan layanan dengan kualitas tinggi sekaligus terjangkau. Strategi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke internet 5G tanpa hambatan biaya atau teknis.

Ekspansi layanan ini juga sejalan dengan rencana jangka panjang WIFI untuk memperkuat posisi sebagai penyedia fixed broadband nasional. IRA diharapkan menjadi tulang punggung layanan internet 5G bagi rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia.

Selain penetrasi awal di Jawa, Maluku, dan Papua, WIFI berencana mengembangkan layanan ke wilayah lain secara bertahap. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang merata dan inklusif di seluruh tanah air.

Pemanfaatan spektrum 1,4 GHz memungkinkan WIFI menawarkan solusi broadband yang handal. Dengan sinyal kuat di dalam bangunan, pelanggan dapat menikmati konektivitas stabil tanpa gangguan, termasuk saat penggunaan bersamaan oleh banyak anggota keluarga.

Strategi komersial ini menandai transisi dari fase perencanaan jaringan menuju monetisasi layanan penuh. WIFI menunjukkan kesiapan eksekusi dan komitmen untuk menjangkau lebih banyak masyarakat melalui layanan Internet Rakyat.

Implementasi IRA di 5.500 site juga memperkuat infrastruktur digital nasional. Hal ini mendukung pemerintah dalam mempercepat transformasi digital, terutama bagi daerah yang sebelumnya sulit dijangkau layanan broadband berkualitas.

Dengan paket harga Rp100.000 per bulan, unlimited data, dan instalasi gratis, IRA menghadirkan alternatif internet cepat yang terjangkau. Layanan ini mempermudah rumah tangga kelas menengah ke bawah untuk mengakses dunia digital secara penuh.

IRA tidak hanya menghadirkan kecepatan tinggi, tetapi juga pengalaman internet yang stabil. Dengan dukungan spektrum 1,4 GHz dan backbone fiber nasional, kualitas layanan dapat diandalkan untuk berbagai aktivitas online.

Peluncuran ini menegaskan posisi WIFI sebagai pelopor 5G FWA di Indonesia. IRA diharapkan menjadi katalisator inklusi digital, membantu jutaan rumah tangga mengakses internet cepat dengan biaya terjangkau.

Dengan strategi ini, WIFI menargetkan penetrasi internet masif sekaligus mendukung transformasi digital nasional. IRA diharapkan menjadi pendorong utama pemerataan akses digital bagi masyarakat urban dan semi-urban.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index