JAKARTA - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia mengirim enam personelnya mengikuti pelatihan pemantauan laut dari udara. Pelatihan ini dilakukan bekerja sama dengan Coast Guard Jepang menggunakan pesawat pantau canggih.
Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI, Laksamana Muda TNI Eko Wahjono, menjelaskan bahwa tujuan pelatihan adalah agar personel memperoleh pengetahuan penggunaan teknologi pemantauan laut dari udara. Fokus utama meliputi pemanfaatan alat sensor dan radar terintegrasi yang modern.
Pesawat Pantau Canggih untuk Patroli Maritim
Pesawat yang digunakan dalam pelatihan adalah Gulfstream V milik Coast Guard Jepang. Pesawat ini dilengkapi kamera dan radar deteksi untuk memantau aktivitas kapal di kawasan laut secara real time.
Eko menilai pesawat tersebut sangat penting untuk memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia. Teknologi tinggi pada pesawat memungkinkan identifikasi kapal hingga area rawan secara akurat dan cepat.
Integrasi Sistem Darat dan Udara
Teknologi pemantauan udara ini juga diintegrasikan dengan sistem radar Bakamla, yaitu National Maritime Surveillance System (NMSS). Integrasi ini diharapkan membuat pengawasan laut Indonesia lebih efektif dan efisien.
Dengan sistem darat-udara terhubung, Bakamla dapat memantau pergerakan kapal dan aktivitas mencurigakan dari satu pusat komando. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menjaga kedaulatan wilayah laut.
Rencana Pengadaan Pesawat dan Teknologi Lokal
Meski pelatihan menggunakan Gulfstream V, Eko menegaskan Bakamla belum berencana membeli pesawat sejenis saat ini. Saat ini, fokus Bakamla adalah menunggu kedatangan pesawat N219 yang sedang dimodifikasi oleh PT Dirgantara Indonesia untuk pemantauan wilayah laut.
Pesawat N219 diharapkan menjadi platform pemantauan nasional yang terjangkau dan sesuai kebutuhan. Dengan modifikasi yang tepat, pesawat ini bisa digunakan secara optimal untuk patroli maritim di seluruh Indonesia.
Praktik Pemantauan dan Transfer Ilmu
Hingga saat ini, pelatihan telah memasuki hari ketiga dengan praktik langsung di udara. Personel Bakamla diterjunkan untuk memantau pergerakan kapal dan memanfaatkan radar serta kamera yang tersedia.
Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan bisa diterapkan untuk memperkuat pengawasan maritim nasional. Transfer teknologi dan praktik ini menjadi bekal penting bagi personel dalam menghadapi tantangan patroli di perairan Indonesia.
Manfaat Pelatihan bagi Kesiapsiagaan Maritim
Pelatihan ini meningkatkan kemampuan personel Bakamla dalam mendeteksi aktivitas ilegal dan potensi ancaman di laut. Dengan teknologi modern, pengawasan laut Indonesia menjadi lebih responsif dan akurat.
Selain itu, pengalaman bekerja sama dengan Coast Guard Jepang membuka peluang adaptasi teknologi internasional. Hal ini juga memperkuat kompetensi personel dalam mengoperasikan sistem pemantauan udara yang canggih.
Strategi Bakamla Perkuat Pengawasan Laut Nasional
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Bakamla dalam memodernisasi pengawasan wilayah laut. Integrasi teknologi, latihan langsung, dan kolaborasi internasional diharapkan membuat Indonesia lebih siap menjaga kedaulatan dan keamanan maritim.
Dengan penerapan ilmu dari pelatihan, Bakamla dapat meningkatkan efektivitas patroli laut dan memaksimalkan pengawasan di seluruh wilayah perairan. Kesiapan personel dan dukungan teknologi menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan maritim nasional.