Prochiz (KEJU)

Prochiz (KEJU) Rencanakan Buyback Saham Rp28,12 Miliar untuk Stabilkan Harga 2026

Prochiz (KEJU) Rencanakan Buyback Saham Rp28,12 Miliar untuk Stabilkan Harga 2026
Prochiz (KEJU) Rencanakan Buyback Saham Rp28,12 Miliar untuk Stabilkan Harga 2026

JAKARTA - PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU), produsen keju Prochiz, mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai maksimal Rp28,12 miliar. Langkah ini dilakukan di tengah free float KEJU yang saat ini hanya 10,22%, sebagai strategi menjaga stabilitas harga saham perusahaan.

Rencana dan Alokasi Buyback

Manajemen KEJU menyatakan aksi buyback akan menyerap 50.675.676 lembar saham atau sekitar 0,90% dari total saham yang telah diterbitkan. Dengan begitu, free float KEJU akan berkurang menjadi sekitar 9,32%, sementara saham treasuri bertambah menjadi 0,98%.

Perseroan menjelaskan, saham yang dibeli kembali akan dikuasai sebagai saham treasuri maksimal tiga tahun sejak pelaksanaan buyback. KEJU tetap dapat mengalihkan saham tersebut sesuai ketentuan Pasal 21 POJK 29/2023 jika dibutuhkan.

Tujuan Strategis Buyback

Manajemen menegaskan tujuan utama buyback adalah memberikan fleksibilitas untuk menjaga harga saham agar mencerminkan nilai dan kinerja perseroan. “Pertimbangan utama perseroan adalah agar mekanisme ini memungkinkan stabilitas harga saham jika tidak mencerminkan kinerja KEJU,” ujar manajemen pada Jumat, 13 Maret 2026.

Saham yang menjadi treasuri tidak dapat digunakan untuk memberikan suara dalam RUPS dan tidak dihitung dalam kuorum rapat pemegang saham. Dengan demikian, kepemilikan saham treasuri hanya berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga saham.

Pendanaan dan Dampak Keuangan

Aksi buyback sepenuhnya didanai dari kas internal KEJU, sehingga diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak signifikan terhadap pendapatan perseroan. Dengan pembiayaan internal, manajemen meyakini performa laba perseroan tetap terjaga setelah buyback.

Dalam laporan keuangan per Desember 2025, total aset KEJU tercatat Rp1,25 triliun dan diperkirakan berkurang menjadi Rp1,22 triliun pasca buyback. Ekuitas perseroan juga diproyeksikan menyusut dari Rp845,08 miliar menjadi Rp816,96 miliar, sementara jumlah saham beredar menjadi 5,57 miliar lembar saham.

Persetujuan Pemegang Saham dan Mekanisme Pelaksanaan

Rencana buyback akan diajukan untuk persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada Selasa, 21 April 2026. Jika disetujui, KEJU menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai Anggota Bursa untuk melakukan pembelian kembali saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pembelian saham akan dilakukan secara bertahap maksimal 12 bulan setelah disetujui RUPSLB. Buyback dapat dihentikan lebih awal jika telah mencapai 0,90%, dana habis, atau perusahaan memutuskan aksi selesai.

Kondisi Saham dan Tren Pasar

Saham KEJU saat ini dibanderol Rp530 per saham di BEI. Sepanjang tahun berjalan 2026, harga saham telah terkoreksi sebesar 22,06% (year-to-date/YtD), sehingga buyback dianggap sebagai strategi untuk memulihkan kepercayaan investor dan stabilisasi pasar.

Dengan langkah ini, KEJU berharap dapat menjaga nilai saham tetap mencerminkan kinerja dan prospek perusahaan. Strategi buyback juga dinilai sebagai bentuk fleksibilitas korporasi menghadapi volatilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index